Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label M. Abduh Tuasikal

KAJIAN BULUGHUL MARAM: JOMBLO INGIN MENIKAH | USTADZ M. ABDUH TUASIKAL

Mahar Pernikahan Dari Aisyah RA bahwa Amrah binti Al-Jaun berlindung dari Rasulullah SAW, ketika ia dipertemukan dengan beliau yakni ketika beliau menikahinya. Beliau bersabda “ Engkau telah berlindung dengan benar”. Lalu beliau menceraikannya dengan memerintahkan Usamah untuk memberinya 3 potongan pakaian .” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dalam sanad hadis itu ada seorang perawi yang ditinggalkan ahli hadis). Asal cerita tersebut dari kitab sahih Al-Bukhori dari hadis Abu Said As-Saidi. Kesimpulannya dari hadis ini menunjukkan disyariatkannya Mut’ah pada istri yang diceraikannya sesuai dengan kemudahan. Mut’ah adalah sesuatu yang diberi oleh laki-laki bagi wanita yang ia talak berupa nafkah, pakaian, atau sesuatu yang diberikan sesuai dengan ‘urf. Apakah cacatnya mahar bisa mempengaruhi sahnya pernikahan atau tidak? Jawabannya, mahar dalam pengertiannya adalah yang penting sah untuk diperjualbelikan bisa berupa barang maupun jasa. Walimah Dari Anas bin Malik RA, bahwa Nabi S...

KAJIAN SAFINATUN NAJA: PERKUAT AQIDAH DAN PERBAGUS IBADAH PART 2 | USTADZ M. ABDUH TUASIKAL

Syarat Al-Fatihah ada 10: 1. Tartib (berurutan) 2. Muwalah  (urut dan tidak ada jeda lama antar ayat) 3. Menjaga dan memperhatikan hurufnya 4. Menjaga tasydidnya 5. Tidak berhenti lama atau sebentar dalam memutus bacaan 6. Membaca semua ayatnya termasuk basmallah 7. Tidak  Lahn  (salah baca yang bisa merubah makna) 8. Membacanya dengan berdiri saat shalat fardhu 9. Dirinya mendengarkan bacaannya 10. Tidak menyela-nyela dengan dzikir lainnya Berdiri bagi yang mampu untuk shalat fardhu Berdiri bagi yang mampu untuk shalat wajib sedangkan shalat sunnah boleh dikerjakan dalam keadaan duduk meskipun mampu. Untuk shalat sunnah, berdiri tidak wajib, namun keadaan berdiri lebih utama daripada duduk saat itu. Nabi SAW bersabda “ siapa yang mengerjakan shalat sambil berdiri maka itu lebih afdhal. Siapa yang shalat sambil duduk akan mendapat pahala separuh dari shalat sambil berdiri. Siapa yang shalat sambil berbaring akan mendapat separuh pahala dari shalat s...

KAJIAN FIRQATUN NAJIAH: PERKUAT AQIDAH DAN PERBAGUS IBADAH - PART 1 | USTADZ M. ABDUH TUASIKAL

Makna Muhammad Rasulullah Mengimani Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah adalah membenarkan apa yang dia kabarkan, menaati apa yang diperintahkan, meninggalkan apa yang dia larang dan dia peringatkan serta beribadah kepada Allah sesuai dengan yang dia ajarkan. 4 hal tersebut dikatakan bahwa kita telah mengimani Rasulullah SAW dengan benar. Syekh Abu Al Hasan An-Nadwi dalam bukunya yang berjudul An-Nubuwah berkata: “Pada awal dakwah para nabi dan tujuan utama mereka adalah meluruskan keyakinan kepada Allah Ta’ala, meluruskan hubungan para hamba dengan Sang Pencipta, mengajak manusia untuk beribadah dengan ikhlas pada-Nya, memurnikan segala  bentuk peribadahan hanya untuk Allah semata, serta menancapkan keyakinan bahwa hanya Allah satu-satunya yang dapat memberi manfaat dan mudhorot, yang berhak disembah, dimintai pertolongan, dimintai perlindungan, dan hanya kepada-Nya sembelihan ditujukan.” Dahulu, dakwah para nabi diarahkan kepada para penyembah berhala yang secara terang-...

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 60-62: JALAN LURUS VS JALAN SETAN | USTADZ M. ABDUH TUASIKAL

Banyak cara setan menyesatkan dan mengganggu manusia. Karena memang tugasnya adalah untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan menemani dirinya di neraka. Jalan setan atau dikenal dengan nama maksiat biasa dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan seperti mabuk, narkoba, selingkuh, berzina, pamer, foya-foya, dan masih banyak lagi. Ada 6 langkah setan mengganggu dan menyesatkan manusia yaitu: 1. Setan akan menggoda kita agar melakukan perbuatan syirik. 2. Setan akan menggoda kita dengan melakukan perbuatan bid’ah atau melakukan amalan yang tidak ada tuntunannya. 3. Setan akan menggoda kita agar terjerumus ke dalam dosa besar. 4. Jika tidak bisa, setan akan terus berusaha menggoda kita agar melakukan dosa-dosa kecil. 5. Menggoda kita agar berlebih-lebihan dalam melakukan perkara yang mubah. 6. Meninggalkan amalan yang lebih afdhal untuk dikerjakan dan memalingkannya dengan amalan kurang afdhal. Tafsir Surat Yaasin ayat 60-61 أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أ...