Langsung ke konten utama

KURMA DAN CORONA

Sejak merebaknya wabah Covid-19 dari Wuhan, China, wabah ini menjadi perhatian dunia. Sebagai umat islam, dalam kondisi sulit seperti ini dianjurkan untuk bersabar, memperbanyak doa, sedekah serta menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Itulah hal-hal yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika mengalami kesulitan.

Syaikh Al Arifi dalam khutbah Jum’atnya menyampaikan bagaimana syariat Islam mengajarkan seorang Muslim saat menghadapi wabah penyakit. Ada dua pencegahan penyakit yang bisa dilakukan yaitu sarapan 7 butir kurma setiap pagi dan memperbanyak doa.

Untuk menjaga kesehatan tubuh dari bahaya penyakit, sejak dahulu Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada kita untuk mengonsumsi kurma Ajwa. Kurma Ajwa dianggap mampu menghindari seseorang dari bahaya racun dan sihir. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Siapa yang setiap hari sarapan kurma Ajwa 7 butir, maka racun maupun sihir tidak akan memberikan pengaruh bagi dirinya di hari itu.” (HR. Bukhari 5130 & Muslim 5460). Namun, Syaikh Bin Baz memberikan pengecualian jika sulit menemukan kurma Ajwa bisa mengonsumsi kurma yang dijual bebas dan mudah didapatkan.

Pencegahan lainnya yang tidak kalah penting adalah dengan memperbanyak doa dan zikir seperti yang sering Rasulullah SAW baca di pagi dan petang. (Baca Juga: Tips Meraih Pahala Besar di Tengah Wabah)

Sekian. Semoga bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 60-62: JALAN LURUS VS JALAN SETAN | USTADZ M. ABDUH TUASIKAL

Banyak cara setan menyesatkan dan mengganggu manusia. Karena memang tugasnya adalah untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan menemani dirinya di neraka. Jalan setan atau dikenal dengan nama maksiat biasa dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan seperti mabuk, narkoba, selingkuh, berzina, pamer, foya-foya, dan masih banyak lagi. Ada 6 langkah setan mengganggu dan menyesatkan manusia yaitu: 1. Setan akan menggoda kita agar melakukan perbuatan syirik. 2. Setan akan menggoda kita dengan melakukan perbuatan bid’ah atau melakukan amalan yang tidak ada tuntunannya. 3. Setan akan menggoda kita agar terjerumus ke dalam dosa besar. 4. Jika tidak bisa, setan akan terus berusaha menggoda kita agar melakukan dosa-dosa kecil. 5. Menggoda kita agar berlebih-lebihan dalam melakukan perkara yang mubah. 6. Meninggalkan amalan yang lebih afdhal untuk dikerjakan dan memalingkannya dengan amalan kurang afdhal. Tafsir Surat Yaasin ayat 60-61 أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أ...

KULIAH PARENTING ONLINE: WONDERFUL FAMILY | AHMAD FADIL DAN MARIA ULFAH

Assalamualaikum Sahabat Straight Path  :) Bagaimana ibadah puasa kalian guys? Apakah sudah ada yang bolong seperti aku? Hihi Well, sudah hari ke-3 aku dapat cuti puasa dari Allah, dan banyak ibadah lainnya yang ga bisa aku kerjain seperti mengaji, tarawih, shalat sunnah, dll. Apalagi kondisinya harus Stay at Home gini, waktu luangnya banyak banget, gabut dooong kalau ga ngapa-ngapain. Nah, biar ga gabut kebetulan aku dapet info dari salah satu teman aku yaitu acara kuliah whatsapp seputar Pernikahan dan Parenting. Wah, aku tertarik dong (karena emang lagi butuh pencerahan banget tentang hal ini hahaha). Lumayan untuk mengisi waktu luang dan charge ilmu saat Ramadan. Lebih menariknya lagi, pematerinya suami istri dan mereka berdua ini sama-sama seorang conselor, hebat ya. Suami istri yang menginspirasi para jomblowan dan jomblowati seperti kami muehehehe. Udah cukup ya basa basinya wkwkwk langsung aja, di tulisan kali ini seperti biasa aku mau share rangkuman hasil diskusi ...

KAJIAN BULUGHUL MARAM: JOMBLO INGIN MENIKAH | USTADZ M. ABDUH TUASIKAL

Mahar Pernikahan Dari Aisyah RA bahwa Amrah binti Al-Jaun berlindung dari Rasulullah SAW, ketika ia dipertemukan dengan beliau yakni ketika beliau menikahinya. Beliau bersabda “ Engkau telah berlindung dengan benar”. Lalu beliau menceraikannya dengan memerintahkan Usamah untuk memberinya 3 potongan pakaian .” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dalam sanad hadis itu ada seorang perawi yang ditinggalkan ahli hadis). Asal cerita tersebut dari kitab sahih Al-Bukhori dari hadis Abu Said As-Saidi. Kesimpulannya dari hadis ini menunjukkan disyariatkannya Mut’ah pada istri yang diceraikannya sesuai dengan kemudahan. Mut’ah adalah sesuatu yang diberi oleh laki-laki bagi wanita yang ia talak berupa nafkah, pakaian, atau sesuatu yang diberikan sesuai dengan ‘urf. Apakah cacatnya mahar bisa mempengaruhi sahnya pernikahan atau tidak? Jawabannya, mahar dalam pengertiannya adalah yang penting sah untuk diperjualbelikan bisa berupa barang maupun jasa. Walimah Dari Anas bin Malik RA, bahwa Nabi S...